Legenda Gunung berbentuk Gadis yang tidur terlentang Di aceh selatan

0
BeritaUnikDunia.com - Berbicara tentang Kabupaten Tapaktuan pasti tidak akan lepas terhadap sang legenda putri naga dan seorang petapa sakti. Kisah ini sudah menjadi sejarah Mulut rakyat di lokasi pesisir Aceh Selatan secara turun temurun.

Konon menurut cerita, hiduplah seorang petapa sakti. Dia bersemedi di tempat gunung yang kita dikenal dengan nama Gunung Tuan. Jika dilihat secara cermat, gunung tersebut mirip seseorang wanita cantik yang tidur telentang dengan rambut panjangnya.

Menurut cerita, banyak orang yang ingin mendatangi Gunung Tuan namun tak ada seseorangpun yang berhasil. Cuma orang-orang yang susah cari jalan pulang atau tak sengaja yang bisa menggapai puncak tertinggi gunung tersebut. Di atas gunung banyak didapatkan buah buahan yang jikalau dimakan seseorang tersebut bisa kembali pulang ke rumahnya. Namun jika buah itu hendak membawa pulang, maka dia akan tersesat dan susah mendapatkan jalan keluar.

Legenda Naga mengisahkan tentang pasangan naga jantan dan betina yang tinggal di kawasan teluk Tapaktuan. Kedua naga jantan dan betina diketahui sudah diusir dari kawasan cina disebabkan tidak memiliki keturunan. Suatu ketika kedua naga ini mendapati sesosok bayi perempuan mengapung di sebuah  lautan kemudian mempelihara dengan kasih sayang yang penuh hingga menjadi seorang wanita cantik.

Suatu ketika dilokasi kapal tersebut datang dari Kerajaan yang jauh bernama Asralanoka di India Selatan di mana sekitar 17 tahun sebelumnya sang raja kehilangan balita yang terhanyut ke lautan. Sang raja dari kerajaan tersebut dikenali sebagai perempuan yang dirawat naga sebagai anaknya yang hilang dari tanda lahir di bagian kakinya.

Raja Asralanoka bermaksud meminta kembali gadis yang berkeyakinan itu sebagai anak kandungnya sendiri. Akan tetapi pasangan naga tersebut itu menerima karena sudah menganggap sebagai anaknya sendiri. Sang raja kemudian mengusahakan agar bisa membawa lari seorang  perempuan tersebut ke kapalnya. Ini membuat kedua naga tersebut marah dan terjadilah perkelahian yang sangat hebat sampai menganggu seorang petapa yang tenang di Gunung Tuan.

Tuan Tapa langsung melihat kejadian peperangan hebat antara penumpang kapal laut dan pasangan naga tersebut . Dia kemudian berusaha melerai dan lompat ke sebuah gunung -kini disebut Gunung Lampu- dengan membawa kayu atau tongkat dan pecinya. Tuan Tapa membujuk naga itu agar bisa mengembalikan gadis ke orangtuanya. Namun naga justru menantang Tuan Tapa. Pertarungan yang sangat sengit itupun tak akan terhindarkan

Dalam pertarungan itu, naga jantan berhasil dikalahkan. Naga jantan mati terbunuh akibat memukul dengan tongkat Tuan Tapa. Tubuhnya langsung hancur leburberserakan dan darah berceceran menyebar memerahkan bebatuan dan air laut . Hati dan tubuhnya naga seketika langsung hancur berkeping-keping yang kini telah menjadi bebatuan dan bisa dijumpai di pesisir di sebuah Desa yang bernama Batu Itam dan Batu Merah sekitar 3 kilometer dari pusat Kota Tapaktuan.

Begitu pula sisa pijakan kaki Tuan Tapa sampai sekarang masih terlihat hingga kini masih terlihat di wisata Tapak Tuan Tapa. Tongkat dan pecinya yang kini menjadi batu berada sekitar jarak satu kilometer dari lokasi tuan tapa tersebut.

Sementara itu, sang naga betina yang melihat pasangannya tewas segera melarikan diri kembali ke negeri kelahirannya yaitu Tiongkok. Saat melarikan diri, ia mengamuk dan membelah sebuah pulau menjadi 2 yang kini disebut Pulau Dua. Dia juga Merusak pulau besar hingga menjadi 99 pulau kecil. Kini gugusan pulau tersebut disebut masyarakat sebagai Pulau yang paling Banyak di Kabupaten Aceh Singkil.

Sekitar seminggu setelah kejadian tersebut Tuan Tapa menghilang di sekitar lokasi wisata Gunung Lampu. Sebagian besar masyarakat meyakini Tuan Tapa sakit dan dimakamkan di dekat Gunung Lampu tepatnya di depan Mesjid Tuo, Gampong Padang, Kelurahan Padang, Kecamatan Tapaktuan, Aceh Selatan. Makam dengan ukuran sekitar 14 x 4 meter itu hingga kini masih sering didatangi peziarah baik lokal maupun mancanegara.

Makam Tuan Tapa pernah mengalami beberapa kali pemugaran semasa Pemerintahan yang dikuasai oleh belanda . Pada 2003 lalu mantan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono alias SBY pernah berziarah ke kuburan yang terkenal keramat itu.

Setelah pertempuran itu, sang gadis yang sekarang dikenal sebagai Putri Naga atau putri bungsu dikembalikan pada kedua orangtuanya, Raja Asranaloka. Tapi mereka tidak kembali ke kerajaan, melainkan memilih tinggal di pesisirnya. Keberdaan mereka diyakini sebagai cikal bakal masyarakat Tapaktuan. kapal sang raja sekarang menjadi bebatuan.

Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: