Teroris memposting video ke Facebook setelah serangan Perancis

0
HanyaBerbagi.com - Teroris Perancis yang menikam seorang komandan polisi dan istrinya mengakui kejahatannya dalam sebuah video online sebelum dia dibunuh oleh polisi. Larossi Abballa menikam komandan polisi Jean-Baptiste Salvaing berulang kali di perut di luar rumahnya di pinggiran Paris pada hari Senin.

Teroris berusia 25 tahun kemudian menyandra Jessica Schneider dan anak 3 tahun mereka di dalam rumah. Schneider ditemukan tewas oleh polisi setelah pasukan khusus menggerebek rumah dan membunuh Abballa. Anak laki-laki tidak terluka.

Abballa memposting pesan ke Facebook sesaat setelah serangan itu, bersumpah setia kepada ISIS. Video tampaknya telah direkam di dalam rumah pasangan korban. Dalam video, Abballa memperingatkan bahwa Kejuaraan Sepak bola Euro 2016 yang saat ini sedang berlangsung di Prancis akan ditargetkan oleh ISIS dan mengancam Presiden Perancis Francois Hollande. halaman Facebook

Abballa dihapus tapi video kembali dirilis oleh kantor berita ISIS Amaq news. Abballa lahir di Perancis dan keturunan Maroko. Ia dipenjara pada 2013 karena mencoba untuk merekrut militan Islam di Pakistan. Abballa berada di bawah pengawasan polisi pada saat serangan. Dia di berikan penyadap suara tahun lalu setelah salah satu kerabatnya melakukan perjalanan ke Suriah.

Selama serangan, Abballa mengatakan kepada negosiator polisi ia menjawab panggilan pemimpin ISIS Abu bakar al-Baghdadi untuk membunuh orang-orang kafir di rumahnya dengan keluarga mereka. Pihak berwenang mengatakan Abballa punya daftar target termasuk rapper, wartawan dan polisi
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: