Ahok : Saya ngomong apa aja dipelintir

0
berita.rizalmedia.com - Calon gubernur di Pilkada DKI 2017 mendatang, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok saat ini kembali dilaporkan ke Bareskrim atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Ahok menampik tudingan sudh menfitnah dan menyatakan bahwa demonstran 4 November mendapat bayaran.

"Saya enggak bilang menuduh (dapat Rp 500 ribu) kok. Saya kan sampaikan, kamu baca saja berita yang ada," ungkap Ahok di Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (18/11/2016). dia menuturkan, tidak pernah ada kata-kata massa mendapat bayaran Rp 500 ribu saat berunjuk rasa 4 November 2016.

Ahok hanya menyebut ada media yang menuliskan demonstran menerima uang tersebut. "Socmed kan bisa dibaca. Saya enggak pernah bilang kok (pendemo terima uang)," kata Ahok. Dia pun menyatakan bahwa tidak sekali ini omongannya diartikan lain alias diplintir.

"Saya ngomong apa saja dipelintir," ungkap Ahok. Sebelum itu, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali dilaporkan ke Bareskrim Polri. Kali ini Ahok dilaporkan atas dugaan fitnah dan pencemaran mana baik sebagaimana diatur dalam Pasal 310 dan 311 KUHP oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA).

Menurut perwakilan ACTA, Habiburokhman, pernyataan Ahok yang diduga fitnah yaitu tudingan massa aksi menerima bayaran Rp 500 ribu pada saat demo 4 November 2016.

"Pernyataan itu kami dapat dari websitemobile.abc.net.au dengan judul berita 'Jakarta Governor Ahok Suspect in blasphemy case, Indonesia Police say', yang di dalamnya terdapat rekaman video pernyataan langsung Ahok yang secara garis besar mengatakan 'It's not easy you send more than 100.000 people, most of them if you look at the news, Said they got the Money 500.000 rupiahs," ucap Habiburokhman di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis 17 November 2016.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: