Bioskop Terkecil dan Terunik yang Ada di Dunia yang Menggunakan Tenaga Surya

0
HanyaBerbagi.com - Bioskop adalah tempat untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar. Gambar film diproyeksikan ke layar menggunakan proyektor. Di Indonesia sendiri, bioskop pertama kali berdiri pada bulan Desember 1990 di Jl. Tanah Abang I, Jakarta Pusat.
Lalu pada tahun 1951, diresmikan bioskop Metropole yang berkapasitas 1.700 tempat duduk berteknologi ventilasi peniup dan penyedot, bertingkat tiga dengan ruang dansa dan kolam renang di lantai paling atas. Pada tahun 1955 bioskop Indra di Yogyakarta mulai mengembangkan kompleks bioskopnya dengan toko dan restoran.

Kemajuan ini memuncak pada tahun 1990-an. Pada dasawarsa itu produksi film nasional 112 judul. Sementara sejak tahun 1987 bioskop dengan konsep sinepleks (gedung bioskop dengan lebih dari satu layar) semakin marak. Sinepleks-sinepleks ini biasanya berada di kompleks pertokoan, pusat perbelanjaan, atau mal yang selalu jadi tempat nongkrong anak-anak muda dan kiblat konsumsi terkini masyarakat perkotaan. Di sekitar sinepleks itu tersedia pasar swalayan, restoran cepat saji, pusat mainan, dan macam-macam.

Lalu pada tahun 2000 an, bioskop mulai marak di Indonesia. Bioskop-bioskop ini tersebar di seluruh pusat perbelanjaan di Indonesia, kadang-kadang dalam satu pusat perbelanjaan terdapat lebih dari satu bioskop. Film yang ditayangkan adalah film dari dalam maupun luar negeri.

Berdasarkan sejarah yang ada, ada hal unik mengenai bioskop seperti yang satu ini. Ada sebuah bioskop terkecil dan terunik yang ada di dunia yang menggunakan tenaga surya yang bernama Sol Cinema. Sol Cinema adalah proyek yang didanai oleh media seni amal Undercurrents. Terbuat dari caravan yang disulap, teater ini menggunakan empat baterai besar lithium-ion yang dibebankan dua buah panel surya 120 W. Teater ini dapat menampung 8 orang dewasa atau 12 anak-anak untuk pengalaman simetik yang unik.


Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: