Bocah Obesitas Dengan Berat Badan Mencapai 165 kg Jalani Terapi Api

0

berita.rizalmedia.com - Bocah laki-laki berusia 11 tahun asal Jilin, Tiongkok, mengalami obesitas dengan berat badan sekitar 165 kilogram. Hal ini disebabkan oleh sindrom Prader-Willi Syndrome yang dialaminya. Sindrom ini membuatnya terobsesi dengan makanan, kesulitan dalam belajar, dan gangguan pertumbuhan.  Dari laporan China Daily, Li didiagnosa menderita sindrom tersebut sejak 3 tahun yang lalu. 

Seiring bertambahnya usia, berat badan Li Hang semakin bertambah. Di usianya yang masih belia ini, berbagai macam penyakit mulai menimpanya terkait dengan obesitas yang dialaminya. Mulai dari hipertensi, perlemakan hati hingga asam urat. Beragam cara sudah dilakukan oleh pihak medis untuk menurunkan berat badan Li Hang. Termasuk pengobatan tradisional dari China yaitu dengan menggunakan terapi api. 

Sebelum menjalani terapi api, Li sempat mejalani operasi bypass lambung dengan harapan hasrat makannya akan berkurang. Sesudah itu, berat badan Li memang berkurang dan berat badannya sempat menurun tapi naik kembali. Akhirnya Li dipindahkan ke rumah sakit yang saat ini memberikannya terapi api. 

Terapi api diyakini dapat menurunkan berat badan Li Hang yang mengalami obesitas. Terapi ini cukup mudah dilakukan. Pertama terapis akan menutupi bagian tubuh dari pasien dengan handuk basah yang kemudian diberi alkohol di atasnya. Lalu terapis menyalakan api di atas handuk tersebut. Li terlihat nampak kesakitan saat menjalani terapi tersebut.

Selain melakukan terapi api, tenaga medis dari Changchun Kangda Hospital juga menerapkan terapi bekam api dan akupuntur. Hal ini dilakukan untuk membantu menurunkan berat badan Li. Menurut China Daily, berat badan Li sudah turun sekitar 12kg dalam jangka waktu dua bulan. Semoga berbagai terapi yang digunakan pihak medis bisa membantu Li untuk menurunkan berat badannya.


Bekam api, jadi salah satu terapi pada bocah obesitas asal Tiongkok. (Foto: Daily Mail)

















Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: