Keterangan Saksi Ahli Bahasa dalam Gelar kasus Penistaan Agama oleh Ahok

0
berita.rizalmedia.com - Saksi ahli bahasa pihak pelapor Irena Handono, Muhammad Husni Muadz dari Universitas Mataram mengungkapkan bahwa Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok telah menista agama.

Dia mengatakan dengan adanya konstruksi bahasa yang dipakai Ahok serta susunan kalimatnya, sudah jelas menista agama. Kata 'dibohongi' menurut Muadz, merupakan instrumen tak netral yang bersifat merendahkan saat disandingkan dengan kata Alquran.

Maka ia beranggapan, ucapan Ahok itu merupakan penistaan agama. "Dalam perkataan itu (Ahok), ada instrumen kata 'pakai', lalu ada kata benda (Al-Maidah 51). Nah, dalam frase itu (ucapan Ahok), bergantung pada kata kerjanya," ucap Muadz di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sebagaimana dilansir dari liputan6. Frase 'dibohongi pakai Surat Al-Maidah' menurut dia merupakan kata kerja.

Kata kerja 'dibohongi' itu merupakan instrumen yang tidak netral yang juga berarti kebohongan, jadi pada saat dibandingkan dengan kata 'pakai Al Maidah' itu memiliki nilai yang merendahkan isi Alquran. "Apalagi dalam konteks umat Islam, Alquran itu memiliki nilai mutlak kebenarannya," ujar Muadz.

Dosen bahasa di Universitas Mataram ini mengungkapkan , penistaan yang dilakukan Ahok secara bahasa karena ucapan yang tak lengkap itu mengundang instrumen tambahan. "Yang kebetulan (instrumen itu) isinya Alquran. Kenapa tak pakai buku yang lain, misalnya, kenapa pakai Alquran. Disandingkan dengan kata-kata kebohongan," tegas Muadz.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: