Leonardo Mengunjungi Pulau Sumatera Untuk Mengamati Kondisi Lingkungan

0
HanyaBerbagi.com -Siapa yang tidak kenal dengan aktor tampan bernama Leonardo DiCaprio? Aktor yang belum lama ini meraih Piala Oscar tersebut terlihat juga bermain dalam sebuah film. Ternyata, tidak hanya bergelut di dunia hiburan, aktor tampan tersebut menaruh perhatian yang lebih terhadap kerusakan lingkungan dan pemanasan global. Dia pun membuat film dokumenter yang menceritakan tentang lingkungan yang ada di belahan dunia.
 
Film dokumenter berjudul “Before the Flood” itu juga merupakan garapan dari National Geographic dan Diamond Docs. Dalam film tersebut, Leonardo DiCaprio tampil sebagai duta perubahan iklim PBB.
Dalam pembuatan film tersebut, aktor tampan Leonardo tersebut juga mengunjungi beberapa tempat di Indonesia, loh. Leonardo mengunjungi Pulau Sumatera untuk mengamati kondisi lingkungan terbaru yang ada disana.
 
Dalam film dokumenter itu, terlihat bagaimana rusaknya hutan akibat eksploitasi dan sengaja dihanguskan untuk penanaman kelapa sawit. Film yang menayangkan tentang kerusakan hutan Indonesia itu muncul pada menit ke 46.Sebelumnya, adegan pertama dalam film dokumenter ini menayangkan tentang Leonardo yang bertemu dengan Sekjen PBB, Ban Ki Moon. Dalam film itu, terlihat mereka sedang berbicara serius mengenai perubahan iklim yang membyat kerusakan lingkungan serta mengenai pemanasan global.
 
Dalam film itu, kerusakan hutan Indonesia terlihat saat hamparan hutan berselimut kabut asap tampak dari kaca jendela helikopter yang ditumpangi Leonardo. Di dalam helikopter itu, Leo tampak sedang duduk ditemani oleh seorang aktivis  dari Yayasan Haka, Farwiza Farhan. Lalu, aktor tampan berusia 41 tahun ini memberikan komentar bahwa dia sangat kesulitan mengamati pemandangan di luar kaca jendela helikopter. Ia juga bertanya apakah kebakaran ini terjadi secara alami ataukah memang sengaja dibakar.

Narasi lalu menjawabnya bahwa kerusakan hutan yang terjadi di Sumatera ini merupakan akibat dari eksploitasi dan sengaja dihanguskan untuk penanaman kelapa sawit. Setelah itu, Leonardo datang ke bagian utara Pulau Sumatera, Leuser. Leo mengungkapkan bahwa wilayah ini merupakan tempat terakhir di Bumi yang menampung gajah, badak, orangutan, dan harimau hidup bersama di alam liar, seperti kutipan berikut ini.

"We're standing in the last place on earth that still have elephant, rhino, orangutan, and tiger together in the wild," ucapnya.

Kemudian, Farwiza menjelaskan kepada Leo bahwa 80% hutan di Indonesia sudah menjadi korban ekspansi perusahaan kelapa sawit yang merupakan minyak sayur paling murah di dunia, sehingga menjadikannya komoditi yang sangat dicari oleh berbagai perusahaan pangan dan kosmetik asing.

Berikut cuplikan film dokumenter tersebut.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: