Meski Gereja Ini Tersembunyi di "Kota Sampah", Mereka Berhasil Membangunnya dengan Suatu Keunikan

0
HanyaBerbagi.com - Jika Anda sedang berkunjung ke Mesir, pasti Anda akan sulit mencari komunitas Nasrani disana. Mesir terkenal dengan negara yang rata-rata penduduknya mayoritas memeluk agama Islam. Meski umat Kristiani adalah termasuk kaum minoritas, namun ada satu kelompok bernama Zabbaleen yang berhasil membangun rumah luas untuk kalangannya di Kairo.

Ternyata, mereka tidak hanya mempertahankan warisan Kristen Koptik selama bertahun-tahun, mereka juga telah membangun gereja terbesar di Timur Tengah. Gereja itu terletak di Manshiyat Nasser. Orang-orang yang menyebut daerah tersebut adalah daerah sampah karena sebagian besar kelompok tersebut bekerja sebagai pengumpul sampah.

Kelompok ini sudah ada sejak tahun 1969. Pada saat itu, Gubernur Kairo memutuskan untuk memindahkan para pengumpul sampah ke daerah Manshiyat Nasser. Saat Anda melewati daerah itu, Anda akan melihat sepanjang jalan yang dipenuhi dengan sampah-sampah yang siap untuk didaur ulang.

Berbeda dengan lingkungan sekitarnya, biara St. Simon berdiri dengan kesederhanaan dari pusat kota kecil untuk mempererat hubungan para anggotanya. Meski gereja ini tersembunyi di "kota sampah", mereka berhasil membangunnya dengan suatu keunikan. Dindingnya yang terbuat dari tebing yang menyimbolkan 'bukti keabadian'. Pusat mimbar dapat menampung 20.000 orang dan ruang yang lebih kecil mengapit hall utama. Lukisan dindingnya juga mengesankan yang menceritakan kehidupan St. Simon.
 




Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: