Tempat Penginapan Unik yang Ternyata Juga Ramah Lingkungan

0
HanyaBerbagi.com - Saat Anda berlibur, pasti hal yang harus Anda pikirkan adalah penginapan, bukan? Penginapan menjadi salah satu prioritas yang harus dipertimbangkan. Tempat yang nyaman dan berkualitas patut dipikirkan secara matang. Penginapan yang nyaman dapat membuat liburan Anda menjadi menyenangkan. Ada tempat penginapan unik yang ternyata juga ramahlingkungan. Penginapan unik itu berada di Filipina. Yang membuat hotel ini unik adalah bentuknya yang seperti ubur-ubur. Tak heran jika hotel ini menarik perhatian banyak orang.



Penginapan unik ini didesain oleh Janine Hung, mahasiswa jurusan Arsitektur di Filipina. Desainnya sangat unik, dengan penginapan berbentuk seperti kepala ubur-ubur, kemudian di dalamnya terdapat kamar tidur yang mewah dan nyaman. Selain itu, pada bagian bawahnya juga didesain sebuah tentakel yang bisa digunakan untuk mengumpulkan sampah, air berpolusi, kemudian didaur ulang hingga menjadi sangat bersih.  Untuk itu, hotel ini tidak hanya unik tetapi juga ramah lingkungan.

Keunikan dari karya yang inovatif ini mendapatkan penghargaan di ajang Biodesign Competition. Banyak yang menganggap bahwa desain ini bisa membantu manusia untuk terus menjaga lingkungan.
"Sistem rehabilitasi untuk membersihkan air sangat dibutuhkan, terutama bagi lingkungan yang rusak," jelas Janine.
Penginapan unik ini  bernama The Jellyfish Lodge. Selain digunakan untuk merehabilitasi sungai berpolusi di dunia dengan membuang yang tidak terpakai, kemudian menciptakan makanan, dan semua udara digunakan dengan tenaga solar, hotel unik ini juga memiliki sumber listrik dari tenaga solar yang berasal dari atap setengah lingkaran dan juga dinding kaca untuk melindungi bangunan dari badai, serta nyamuk. 

Rencananya, penginapan unik ini akan ditempatkan di di atas sungai jadi terapung, Kemudian, tentakel yang digunakan bisa membantu banyak orang untuk membersihkan lingkungan yang kotor.
"Sistem rehabilitasi untuk membersihkan air sangat dibutuhkan, terutama bagi lingkungan yang rusak," jelas Janine.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: