Ahok: Cegah Banjir di Pasar Rebo, Ahok Akan Membuat Saluran Pembuangan Aliran Sungai

0


berita.rizalmedia.com - Calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah memikirkan bagaimana cara untuk mengatasi banjir yang sering terjadi di daerah Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur agar tidak kembali dilanda banjir. Salah satu yang akan dilakukannya adalah dengan membuat saluran pembuangan aliran sungai.

"Saluran ini sudah kecil, kita akan usahakan limpahan (aliran sungai) dari Depok itu ada saluran pembuang. Jadi jangan buang beban ke sini," kata Ahok seusai blusukan di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016).

"Kalau beban sini enggak kuat nampungnya (aliran sungai). Walaupun dibandingkan dulu, ini lebih cepat surut katanya," imbuhnya.

Calon gubernur nomor urut dua ini megatakan ia sudah mempelajari masalah penyebab banjir yang sering terjadi di Kalisari sejak enam bulan yang lalu. Masalah banjir di Kalisari sebenarnya sudah masuk dalam program penanggulangan banjir. Hanya rencana ini masih terkendala masalah jumlah alat berat yang terbatas.

"Jadi sebenarnya ini sudah (sejak) 6 bulan lalu, saya sudah minta pelajari. Kita tinggal tunggu waktu saja, karena alat berat terbatas. Ini 6 bulan mereka sudah survei sebetulnya," papar Ahok.

Menurut Ahok penyeab banjir di Kalisari ini bukan karena pembangunan apartemen yang ada di sekitar lokasi. Melainkan karena waduk dan ukuran sungai yang terlalu kecil. Sehingga tidak cukup untuk menampung jumlah air yang datang saat hujan deras turun.

"Karena ada waduk, kalau waduknya sudah penuh dia buka. Ini mirip-mirip dengan kasus Setu Babakan, kalau dia penuh, dia buka, dan di sini enggak sanggup menampung (karena sungainya kecil)," tutup Ahok.  

Akibatnya air sungai akan meluap dan membanjiri daerah penduduk yang ada di sekitar lokasi. Masalah banjir ini bukan kali pertama terjadi di daerah ibu kota Jakarta. Melainkan seperti sudah menjadi tradisi yang selalu terjadi. Karena itulah pemerintah berusaha untuk memperbaiki agar masalah ini tidak terjadi kembali atau minimal dapat diminimalisir. 

Selama ini sudah banyak tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya. Dan hal ini akan sia-sia saja jika warga DKI Jakarta sendiri tidak mau menertibkan diri untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: