Ahok Meyakini Ada Motif Politik di Balik Kasus Penistaan Agama

0
berita.rizalmedia.com - Terdakwa perkara penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok, meyakini keberadaan motif politik di balik kasus yang menimpanya itu.

Sebab, kata Ahok, ia dituduh menistakan agama karena ucapan yang ia katakan yang menyinggung ayat 51 surat Al Maidah, surat dalam kitab suci umat Islam, Alquran, saat berdialog dengan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

Ahok selanjutnya langsung mulai dilaporkan ke kepolisian sepekan setelahnya, setelah potongan video yang berisi ucapannya yang durasinya menjadi pendek diunggah dan banyak beredar di internet. Pelaporan, mulai dilakukan menjelang awal masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 pada akhir Oktober 2016.

Apalagi, Ahok menyatakan bahwa, perkataannya soal surat Al Maidah, sekadar menyampaikan hal yang sudah ia tulis dalam buku biografinya, “Merubah Indonesia.” Buku itu beredar bebas sejak 2008. Namun, tak pernah ada pihak yang mempermasalahkan tulisannya yang menyinggung surat Al Maidah..

Ucapannya terkait Al Maidah baru dipermasalahkan menjelang Pilkada. "Ini kan, yang seperti saya bilang, ini kan dalam rangka Pilkada, keluar ayat itu," ujar Ahok di Rumah Lembang, markas pemenangan Ahok - Djarot di Pilkada DKI 2017 di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Desember 2016.

Bukan hanya itu, kata Ahok, berdasarkan pengetahuannya, ada banyak partai politik Islam yang mencalonkan kepala daerah non-Muslim pada Pilkada di daerahnya masing-masing. Bila ditinjau dari tafsiran sebagian pihak terhadap ayat 51 surat Al Maidah, menurut Ahok, hal itu seharusnya dipandang juga sebagai bentuk penistaan agama.

Partai-partai politik itu tidak menjalankan amanah Alquran yang hanya memperbolehkan umat Muslim dipimpin Muslim. Namun, Ahok mengatakan, tak ada pula pihak yang mempermasalahkan fakta itu.

"Makanya pertanyaan saya waktu eksepsi kan sederhana. Apakah sebuah ayat suci itu bisa dipakai di tempat berbeda? Partai berbasis Islam kok bisa mendukung yang Kristen? Kok (hal itu) enggak dianggap menista agama?," ungkap Ahok.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: