Ahok Tertawa Kebutuhan Hidup Layak Lajang Menjadi Dasar UMP

0
berita.rizalmedia.com - Calon Gubernur petahana DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa disapa Ahok, malah menertawakan hasil survei penghitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Jakarta tahun 2016. Survei itu didasarkan atas kebutuhan seseorang yang masih hidup melajang.

Hasil survei tersebut menjadi dasar kesepakatan besaran Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Tahun 2017 antara unsur buruh, pengusaha, dan pemerintah. Besaran UMP itu sebesar Rp3.355.750.

Kata Ahok, apabila didasarkan kepada kebutuhan hidup seorang lajang, besaran UMP DKI tentu tidak dapat mencukupi kebutuhan setiap warga. Apalagi warga Jakarta tidak hanya mereka yang lajang.

Orang yang sudah menikah, memiliki keturunan, sampai mereka yang memiliki banyak tanggungan, diberi upah dengan standar besaran UMP yang sama. "Waktu saya ukur kehidupan seorang lajang, saya pikir lucu juga," ujar Ahok, berbicara kepada para pendukungnya di Rumah Lembang, markas pemenangan Ahok-Djarot di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, 22 Desember 2016.

Walaupun demikian, Ahok menuturkan dengan melihat kondisi itu, Pemerintah Provinsi DKI yang bisa ia pimpin lagi apabila dirinya terpilih menjadi Gubernur DKI dalam Pemilihan Kepala Daerah DKI 2017, tidak akan mengubah rumus penentuan UMP. Kebutuhan hidup seorang lajang tetap akan dijadikan dasar penentuan besaran UMP. Hal itu sendiri sudah menjadi komponen penghitungan UMP yang baku di Indonesia.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: