Dar Kasus Eko Patrio, Dewan Pers Peringatkan Media Abal-Abal

0


berita.rizalmedia.com - Pelawak kondang sekaligus politis Eko Patrio mendatangi Dewan Pers untuk melaporkan media yang telah menyebarkan pemberitaan tidak benar tentang dirinya. Kabar yang telah beredar, Eko Patrio dianggap telah mengungkapkan sebuah pernyataan mengenai aksi teroris di Bekasi yang merupakan pengalihan isu dari kasus Gubernur non-aktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengenai kasus dugaan penistaan agama yang telah dilakukan tersebut. Gara-gara pemberitaan tersebut, Eko pun langsung dipanggil oleh pihak Bareskrim Mabes Polri.

Eko telah mengkonfirmasi perihal pemberitaan tentang dirinya, Eko mengaku bahwa dirinya tidak tahu apa-apa soal tweet yang ditulis oleh akun yang mengatas namakan dirinya. Politisi Eko Patrio mengaku bahwa dirinya hanya memiliki satu akun medsos yaitu instagram. "Pak Eko mengadu ke Dewan Pers terkait pemberitaan. Ada 7 media onlie. Beliau merasa dirugikan," tutur Yosep Adi Prasetyo, Ketua Dewan Pers, saat ditemui di gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (21/12).

"Kita sudah mengklarifikasi apa yang terjadi. Kami menemukan tembusan terhadap media-media itu. Kami meriset bahwa ini bukan media seperti yang disebutkan UU. Ada 3 media yang berlandas blogspot. Tapi seolah-olah mereka menampilkan media," jelas Yosep.

Pihak Eko Patrio ini juga melakukan verifikasi terhadap empat media lainnya yang masuk dalam daftar Dewan Pers. "Inilah bedanya produk jurnalistik yang dilakukan wartawan (yang) mengerti kode etik dengan blogger. Ini kejahatan menggunakan ruang cyber. Dewan Pers sudah meneliti bahwa Pak Eko jadi korban kejahatan cyber," lanjutnya.

Kemudian Dewan Pers memberikan surat kepada kuasa hukum Eko Patrio untuk melanjutkan aduannya ke pihak kepolisian. Yosep juga memberikan peringatan keras kepada blog-blog yang mengaku sebagai media dan menyebarkan berita-berita fitnah. 

"Ini menjadi peringatan juga, media buzzer, atau abal-abal, jangan kalian mengerjai masyarakat. Apalagi Pak Eko anggota DPR. Kalau ada proses hukum, ini jadi pelajaran bagi teman-teman yang masih bermain. Nanti kita akan memberikan tanda kepada media online dan cetak yang terverifikasi ke Dewan Pers. Kalau ada yang tidak terverifikasi akan berhadapan dengan kepolisian," tandasnya.

Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: