LSI: Apabila Pilkada DKI Dua Putaran, Ahok Akan Kalah Telak

0
berita.rizalmedia.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) saat ini sudah merilis hasil survei terbaru soal dengan perolehan suara ketiga pasangan calon Gubernur DKI Jakarta yang akan bertarung di Pilkada 2017 mendatang.

Dari hasil survei yang dilakukan, tidak ada satupun calon gubernur DKI Jakarta yang memiliki perolehan suara mencapai 50 persen plus satu suara. Peneliti senior LSI, Ardian Sopa, juga memprediksi Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran.

"Melihat seluruh pasangan calon, tidak ada yang menang langsung pada putaran pertama, dan ada kemungkinan Pilkada DKI Jakarta akan terjadi dua putaran," ujar Ardian di Kantor LSI Graha Dua Rajawali, Jalan Pemuda, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa, 20 Desember 2016.

Sekarang ini, perolehan suara untuk ketiga pasangan calon gubernur DKI yang ada berdasarkan survei LSI Denny JA, Agus-Sylvi unggul dengan 33,6 persen suara. Ahok-Djarot menempati posisi kedua dengan 27,1 persen suara, sementara itu Anies-Sandi menempati posisi terakhir dengan 23,6 persen suara.

Sedangkan itu 15,7 persen belum menentukan pilihan. Dengan begitu, pasangan Agus-Sylvi  telah bisa dipastikan masuk putaran kedua karena perolehan suaranya sudah memenuhi syarat. Disusul dengan pasangan Ahok-Djarot.

Di putaran kedua tersebut akan ada head to head antara Agus-Sylvi dengan Ahok-Djarot. "Apabila putaran kedua dilangsungkan saat survei dilakukan, dan mempertemukan pasangan Agus-Sylvi dengan Ahok-Djarot, sekitar 46,1 persen suara memilih Agus-Sylvi. Ahok-Djarot akan kalah telak dengan perolehan suara hanya 29,1 persen, sebanyak 24,8 belum menentukan pilihan ujarnya,” tutur dia.

Bukan hanya itu, Ardian menyatakan bahwa LSI juga melakukan riset jika pasangan calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan- Sandiaga Uno yang masuk ke putaran kedua dan bertemu dengan Ahok-Djarot. Hasil riset tersebut menyimpulkan perolehan suara akan lebih condong ke Anies-Sandi.

"Kalau semisal Anies dan Sandiaga yang masuk ke dalam putaran kedua dan melawan Ahok Djarot, perolehan suaranya 45,3 persen berbanding 27,6 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan ada 27,1 persen, kesimpulan Ahok-Djarot kalah telak, sebanyak 15 persen," ujarnya.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: