Massa Protes sebab Dilarang Masuk Sidang Ahok

0
berita.rizalmedia.com - Massa pengunjuk rasa memprotes, sebab mereka dilarang masuk ruang sidang perkara penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa 13 Desember 2016.

Salah satu pelapor yang bernama Pedri Kasman, berorasi dengan pengeras suara dan menyebut tindakan itu adalah diskriminasi. "Kami dari pagi di sini. Kami lihat, ada diskriminasi dalam sidang ini. Sidang sangat lemah dan amburadul. Seharusnya, pelapor dan terlapor ada di ruang sidang," ujarnya.

Pria yang menjabat Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah itu meminta Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Dwiyono, dan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, bertanggung jawab, karena mereka tak diizinkan masuk ruang pengadilan. "Kami minta Kapolres dan pihak pengadilan bertanggung jawab. Harusnya proporsional; pelapor ada 16 orang. Dalam hukum, setahu saya tidak ada perwakilan," ujarnya.

Kumpulan massa dari organisasi masyarakat Parmusi, Serikat Pembela Islam (SPI) juga kecewa, karena tidak diizinkan masuk. Mereka langsung mendatangkan sebuah mobil komando untuk protes keras. "Itu siapa yang di dalam? Mana? Masa pelapor enggak diizinkan masuk. Ini enggak benar," ujar orator dari atas mobil komando.

Mereka berpendapat bahwa pihak Kepolisian dan pengadilan telah melakukan diskriminasi kepada pihak pelapor dan penuntut. "Itu di dalam orang Ahok semua, kami pelapor enggak ada sama sekali. Kami kan, punya legal standing," ujar seorang massa dari SPI. Saat ini, mobil komando massa di depan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, masih berorasi dengan suara keras untuk menuntut Ahok segera dipenjara dan pihak penuntut/pelapor diizinkan untuk masuk.

"Kami minta kepada hakim, setelah sidang hari ini, Ahok harus ditahan," ujar orator pembawa bendera ormas Parmusi.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: