Pasangan Ahok-Djarot Siapkan 2 Cara Atasi Biaya Hidup Di Ibu Kota Yang Semakin Tinggi

0


berita.rizalmedia.com - Calon gubernur DKI Jakarta Djarpot Saiful Hidayat mengungkapkan caranya untuk mengurangi kemiskinan di ibu kota. Pasangan Ahok-Djarot dengan nomor urut 2 ini memaparkan dua cara yang akan diterapkan untuk mengurangi kemiskinan di ibu kota. Mengingat biaya hidup di ibu kota yang terus meningkat.

Cara pertama yang akan diambil pasangan calon gubernur ini adalah dengan memberikan subsidi pengeluaran warga DKI. Subsidi ini dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi warga yang kurang mampu dan untuk menekan biaya hidup warga di DKI Jakarta.

"Kita selalu berusaha menekan tingkat kemiskinan. Caranya dengan mensubsisi pengeluaran mereka, kita tekan betul biaya hidup mereka. Kalau biaya hidup ditekan berarti akan ada uang simpanan untuk mereka," kata Djarot seusai blusukan di Jalan Flamboyan, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016).

Menurut Djarot biaya hidup di ibu kota Jakarta terbilang cukup tinggi. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berupaya untuk memeberikan subsidi ke beberapa sektor. Seperti sektor transportasi, pemukiman dan harga kebutuhan pokok.

"Di Jakarta itu biaya hidup cukup tinggi. Terutama di transportasi. Makanya transportasi kita subsidi. Lalu pemukiman, perumahan disubsidi. Harga bahan pokok juga harus disubsidi," ujar Djarot.

"Makanya yang enggak mampu, kebutuhan beli daging dengan harga murah. Rp 35 ribu untuk daging sapi dan Rp 10 ribu untuk daging ayam," imbuhnya.

Cara kedua yang akan dijalankan adalah denganmembuka lapangan pekerjaan. Djarot mengatakan ada banyak cara yang sebenarnya bisa digunakan untu mendapatkan pekerjaan di Jakarta.Pembangunan yang sedang dilakukan di Jakarta ini merupakan peluang kerja yang besar bagi warga. Dan yang menjadi masalah sebenarnya ada di warga itu sendiri. Apakah mereka mau mencari pekerjaan atau tidak.

"Terakhir kita buka lapangan kerja. Kalau di Jakarta sebetulnya kalau mau kerja pasti ada, cuma persoalannya mau apa enggak. Kerja dengan sungguh-sungguh dengan niat betul pasti ada kerjaan," tutur Djarot.

"Di sini kan pembangunan infrastuktur luar biasa, itu butuh tenaga kerja loh, karena butuh tenaga kerja dan enggak ada warga DKI yang mau maka masuk maka masuk warga dari luar daerah," ucapnya.

"Kalau mau kerja apapun bisa di sini. Pertanyaannya mau atau tidak," tutupnya.

Jika lapangan pekerjaan sudah dibuka, namun masyarakat enggan untuk mencari pekerjaan, maka peluang ini dimanfaatkan oleh warga dari luar daerah.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: