Warga Tetap Khusyuk Menunaikan Ibadah Salat Subuh di Masjid

0
HanyaBerbagi.com -  Indonesia kembali berduka. Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan 6,5 SR. Gempa terjadi hari ini pada pukul 05.03 WIB. Pusat gempa bumi terletak pada 5,25 LU dan 96,24 BT.   Gempa tersebut terjadi di darat pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km.

Berdasarkan informasi yang diterima, guncangan terkuat terjadi di  daerah Busugan, Meukobrawang, Pangwabaroh, Meukopuue, Tanjong, Meukorumpuet, Panteraja, Angkieng, dan Pohroh. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, BMKG Moch Riyadi mengatakan, seluruh wilayah ini diperkirakan berpotensi mengalami dampak gempa bumi berupa kerusakan ringan seperti retak dinding dan atap rumah bergeser.
Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. "Dugaan kuat sesar aktif yang menjadi pembangkit gempa bumi ini adalah Sesar Samalanga-Sipopok Fault yang jalur sesarnya berarah barat daya-timur laut," kata Riyadi.

Gempa dengan kekuatan 6,5 SR ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Berdasarkan hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa hingga pukul 05.03 WIB, sudah terjadi gempa bumi susulan sebanyak lima kali dengan kekuatan terbesar 4,8 SR.  Riyadi menambahkan bahwa sangat kecil kemungkinan terjadi gempa susulan. Riyadi juga meminta masyarakat agar tetap tenang.

Akibat gempa pagi ini, rumah-rumah mengalami kerusakan parah. Tembok-tembok bagunan rumah retak dan ada yang roboh. Sejumlah fasilitas umum dan sekolah rusak parah. Salah satunya, Sekolah Tinggi Agama Islam Aziziyah, Jamalanga, Kabupaten Bireuin, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Tidak hanya itu, masjid juga mengalami kerusakan. Meski begitu, warga tetap khusyuk menunaikan ibadah salat Subuh di masjid. Bahkan, ada puing-puing bagunan yang roboh masih berserakan di lantai masjid.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: