Habib Rizieq Menjadi Tersangka Penistaan Pancasila, Pengacara FPI: Polisi Berlebihan

0
berita.rizalmedia.com - Beberapa hari yang lalu, Habib Rizieq sudah dilaporkan oleh Sukmawati. Putri Presiden Soekarno ini menuduh jika pimpinan Front Pembela Islam (FPI) ini dengan dugaan penghinaan Pancasila atas ceramah terkait tesisnya yang beredar di media sosial baru baru ini. pasca menjalani serangkaian pemeriksaan, akhirnya pihak kepolisian menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bantuan Hukum FPI, Sugito Atmo Pawiro langsung angkat bicara terkait hal itu. Dalam pernyataannya, Sugito berpendapat apabila keputusan polisi itu sangat berlebihan.

"Itu terlalu berlebihan. Karena yang dikritisi Habib bukan lambang negara tapi usulan Bung Karno soal Pancasila," ujarnya dilansir dari Kompas.

Sugito mengatakan jika pada awalnya rumusan Pancasila yang dikemukakan oleh Sukarno pada 1 Juni 1945 memiliki susunan, Sila Pertama, Kebangsaan Indonesia; Sila Kedua, Internasionalisme atau perikemanusiaan; Sila Ketiga, Mufakat atau demokrasi; Keempat, Kesejahteraan sosial; Kelima, Ketuhanan yang Maha Esa. Sementara yang dipermasalahkan oleh Habib Rizieq hanyalah rumusan Sukarno tersebut yang meletakkan

"Ketuhanan yang Maha Esa" sebagai sila kelima. "Itu yang oleh Habib disebut sila buntut. Jadi bagi saya, kalau itu usulan dan belum dijadikan rumusan yang jadi dasar negara kita, itu bukan lambang negara," imbuhnya. Pengacara itu beranggapan jika penetapan status tersangka itu tidak relevan. Pasalnya, rumusan tersebut telah di revisi dan

"Ketuhanan yang Maha Esa" kini diletakkan di sila pertama. Sementara itu, Habib Rizieq sendiri dinilai telah melanggar Pasal 154a dan 320 KUHP. Ia terancam hukuman paling berat 4 tahun penjara.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: