Menjadi Korban Kebakaran, Pedagang Pasar Senen Mengadukan Nasibnya ke DPR

0
berita.rizalmedia.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menerima kunjungan delegasi dari para pedagang Pasar Senen di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (24/1). Para pedagang yang sudah menjadi korban kebakaran, pada Kamis (19/1) lalu ini mengadukan nasibnya kepada DPR dan menuntut pemerintah merevitalisasi tempat usaha mereka.

“Ada 14 orang dalam forum komunikasi pedagang kaki lima. Ada sejumlah tuntutan agar DPR ikut mengawasi terkait kebakaran ini antara lain meminta agar penampungam diberikan atau di ganti tempatnya di lapangan parkir blok satu, blok dua Pasar Senen,” ungkap Fadli di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1) sebagaimana dilansir dari aktual.

Selanjutnya, menurut Fadli, para pedagang meminta aparat kepolisian untuk mengumumkan hasil investigasi dan penyelidikan dalam kasus kebakaran. “Apa penyebabnya, kemudian mereka juga meminta bantuan dukungan terkait permodalan karena banyak diantara dari mereka modalnya habis dan mereka juga punya tunggakan diperbankan. Ini juga menjadi kendala mereka,” tutur Fadli.

Sebabnya, DPR akan segera meneruskan pengaduan tersebut ke pihak-pihak yang berwenang. Khususnya, pemerintah. “Saya kira ini menjadi kendala, nanti akan kami teruskan pada pihak terkait,” pungkas Politisi Gerindra ini.

Sedangkan itu, Perwakilan Forum Pedagang Pasar Senen, Chaironi Tanjung mengungkapkan bahwa pihaknya mengadukan beberapa keluhan ke pimpinan DPR. Pertama, adalah persoalan tempat. “Sampai sekarang belum ada kepastian tempat. Jadi pada prinsipnya, para pedagang tidak mau pindah dari lokasi di Senen, khususnya blok 1 dan blok 2,” kata Roni.

Yang kedua, kedatangan kumpulan pedagang itu juga meminta komitmen pemerintah untuk bisa lebih peduli dan lebih perhatian, soal modal usaha para pedagang. Pada prinsipnya, dia menilai, pedagang yang hadir di Pasar Senen adalah orang yang modalnya pas-pasan dan modalnya sudah “ludes” karena kebakaran.

“Dengan harapan, pemerintah ikut andil memberikan kepedulian dan keprihatinan, dalam hal mungkin membantu modal usaha kembali, menghilangkan bunga kredit dan lain sebagainya. Menunda memperpanjang kredit pinjaman dan sebagainya. Namun sudah dijanjikan akan diakomodir ini semua ke depannya. Jadi tidak hanya kepedulian, tapi juga nafas bantuan untuk modal usaha ke depan,” kata Pria asal Minang itu.
Share on Google Plus
Share :

Komentar Facebook:

0 Komentar Blog: